GBI Family Blessing Yogyakarta · Renungan Harian · Kamis, 5 November 2026

Ya TUHAN, Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi nama-Mu; sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu.— Yesaya 25:1
SHALOM, Semangat Pagi
Mengucap syukur adalah respons iman yang berakar dari pengenalan akan Allah, bukan sekadar perasaan atau reaksi emosional saat keadaan sedang baik.
Yesaya 25:1 Ya TUHAN, Engkaulah Allahku; aku mau meninggikan Engkau, mau menyanyikan syukur bagi nama-Mu; sebab dengan kesetiaan yang teguh Engkau telah melaksanakan rancangan-Mu yang ajaib yang telah ada sejak dahulu.
Setelah Allah menumbangkan keangkuhan bangsa penindas dan membela umat-Nya, Yesaya merespons dengan pujian yang sangat intim dan penuh kemenangan. Yesaya tidak hanya memanggil Allah sebagai Allah Israel, tetapi memanggil-Nya dengan nama perjanjian-Nya. Yesaya memiliki hubungan pribadi yang sangat erat dan rasa memiliki yang dalam.
Di saat segala sesuatu goyah dan tidak pasti, Tuhan tetap satu-satunya pribadi yang konstan, penuh kuasa, dan dapat diandalkan. Mengakui Dia sebagai Allah berarti menyerahkan kendali hidup kita yang terbatas kepada Sang Pencipta yang punya kuasa yang tak terbatas.
Tetap semangat, mengandalkan manusia pasti akan kecewa, mengandalkan kuasa Tuhan yang tak terbatas pasti ada jaminan pertolongan.
Doa
Doa kami Bapak ibu sehat, semua lancar segala yang dikerjakannya, dan selalu bahagia bersama keluarga. Tuhan memberkati.
https://gbi-fb.org/renungan/miliki-hubungan-pribadi-dengan-allah