Tunduk pada kehendak Allah
Bulan purnama akan tersipu-sipu, dan matahari terik akan mendapat malu, sebab TUHAN semesta alam akan memerintah di gunung Sion dan di Yerusalem, dan Ia akan menunjukkan kemuliaan-Nya di depan tua-tua umat-Nya.— Yesaya 24:23

SHALOM, Semangat Pagi

Matahari dan bulan acapkali disembah atau dianggap sebagai benda penerang terbesar dan paling berkuasa di langit oleh bangsa-bangsa kuno. Namun, saat Tuhan hadir dan menyatakan kemuliaan-Nya secara langsung sebagai Raja di Gunung Sion, cahaya ciptaan ini menjadi kalah, karena kemuliaan Tuhan jauh lebih besar bersinar.

Yesaya 24:23 Bulan purnama akan tersipu-sipu, dan matahari terik akan mendapat malu, sebab TUHAN semesta alam akan memerintah di gunung Sion dan di Yerusalem, dan Ia akan menunjukkan kemuliaan-Nya di depan tua-tua umat-Nya.

Matahari dan bulan adalah dua benda penerang yang disembah sebagai dewa-dewa yang berkuasa. ​Namun, ketika Allah menyatakan kehadiran dan kemuliaan-Nya yang sejati, terang matahari dan bulan menjadi tidak ada apa-apanya. Mereka tersipu dan malu karena kemuliaan Sang Pencipta jauh melampaui ciptaan yang paling terang sekalipun.

Jangan pernah menggantungkan rasa aman kita pada kekayaan, atau keberhasilan. Segala sesuatu yang tampak megah di dunia ini pada akhirnya akan pudar, namun Allah dan firman-Nya tetap abadi. Oleh karena itu Jadikan Allah sebagai penguasa tunggal dalam setiap aspek hidup kita, baik dalam pekerjaan, keluarga, maupun keuangan. Hidup berserah berarti menundukkan kehendak pribadi di bawah kehendak Allah.

​Tetap semangat, Acapkali pandangan kita gampang Silau dan terpengaruh terhadap apa yang kita lihat, sehingga mudah sekali tergeser.

Doa

Doa kami Bapak Ibu selalu sehat, dan tetap mantapkan iman, jangan gampang terpengaruh dengan kemewahan dunia ini. Tetap Bahagia bersama dengan keluarga. Tuhan memberkati.

Ditulis oleh Pdt. Simon Supriyana M. Th.

Arsip renungan